Sepertinya Jake harus mengakui keunggulan kelinci pemusik bernama Hop di tangga box office. Film terbarunya Source Code harus tergeser oleh “Hop” sebuah film yang menceritakan tentang kelinci bernama Hop yang suka musik.
Source Code VS Hop
Film yang termasuk film keluarga ini dengan fantastis meraup keuntungan pendapatan sebesar 38 juta dollar Amerika, lebih dari setengahnya pendapatan keuntungan Source Code yang hanya 15 juta dollar saja. Benar-benar seekor kelincin brillian yang mampu menarik hati penikmat film hingga harus menggeser Jake yang dikenal sebagai aktor yang berpenampilan cool ini.
Seiring dengan perkembangan zaman, berkembang pula pendidikan di Indonesia. Perkembangan ini tampak jelas mulai dari teknologi hingga metode pengajaran siswa. Kini sudah cukup banyak trend tentang metode pengajaran home schooling atau belajar di rumah. Namun masih belum banyak yang memilih metode itu karena metode terseubut dianggap tidak umum.
Home Schooling sendiri memiliki beberapa serta kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangannya menurut kutipan Parenting.
Kelebihan: 1. Waktu yang lebih fleksibel Metode bersekolah di rumah memberikan kelonggaran waktu bagi anak-anak. Mereka bisa menentukan waktu belajar mereka sendiri.
2. Sosialisasi Metode bersekolah di rumah membuat anak Anda tak hanya bersosialisasi dengan teman sepermainan dengan umur yang sama, namun juga dengan orang-orang yang jauh lebih tua dari mereka (para staf pengajar).
3. Belajar setiap saat Saat anak Anda sakit, atau kurang enak badan, ia tetap dapat belajar di rumah.
4. Kurikulum lebih terfokus Anak bisa langsung memilih kurikulum yang ia minati saja, dan tidak perlu mempelajari segala sesuatu yang sifatnya terlalu umum.
5. Bebas dari ancaman teman Seringkali anak-anak merasakan tekanan dari teman sebayanya yang membuatnya trauma dan ketakutan. Sekolah di rumah membuat anak Anda terbebas dari hal tersebut.
Kekurangan: 1. Kurang pengajaran disiplin Terlalu fleksibel bisa menjadi bumerang bagi anak Anda. Tak adanya waktu yang jelas saat menjalankan pendidikan bisa membuat disiplin anak-anak berkurang.
2. Minimnya kompetisi Home schooling mengurangi kesempatan anak untuk berkompetisi secara sehat dengan teman sebayanya dalam bidang apapun. Padahal kompetisi akan membangkitkan semangatnya untuk lebih maju.
3. Belum ada standardisasi kurikulum Karena home schooling termasuk metode pengajaran yang masih jarang, maka belum ada standar kurikulum yang jelas di Indonesia.
4. Sosialisasi Anak-anak juga perlu bersosialisasi dengan teman sebayanya. Anda memang tidak bisa melindunginya setiap saat tekanan anak-anak lain. Namun hal itu juga bisa membuatnya menjadi semakin berani, dan belajar menghadapi segala masalah.
5. Keuangan Sekolah di rumah biasanya membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dari sekolah umum. Sebelum memutuskan memilih metode ini, Anda harus memastikan dulu kondisi keuangan Anda.